Cipt. H. Ismed Rizal
Gangan lah labu tontong bengkela
Sanga cabe’ salai pedas rasanya
Jero’ tegaron pucuk sawiinya
Sambalah kacang nyaman Rasanya
Gede’ gede’ sida embo’ dengan busu
Ase’ lah makan mandi’ tahu-tahu
Apalagi nasinya si beras baru
Mentuha lalu mandi’ di imbu
Gangan lah terong bebawang hutan
Tontong lah poto’ si gence ruan
Panggang jelawat banyak lemaknya
Pirik lah cabe pedas rasanya
Gede’ gede’ sida embo’ dengan busu
Ase’lah makan mandi’ tahu-tahu
Apalagi nasinya si beras baru
Bentuha lalu mandi’ di imbu
Itu makanan etam di Kutai
Nyaman dimakan sesudah bejohor
Amunlah adat etam di kutai
Habis berega terus behonjor
Gede’ gede’ sida embo’ dengan busu
Ase’lah makan mandi’ tahu-tahu
Apalagi nasinya si beras baru
Bentuha lalu mandi’ di imbu
DESKRIPSI
Subjektif: lagu ini sangat rmenarik arena menggunakan
bahasa daerah kutai, dengan irama riang, sehingga hal ini memberikan nilai
tamnbah, karena orang yang mendengarnya menjadi bahagia dan senang, dan dengan
lagu ini orang-orang yangmendengrnya menjadi bahagia.selain itu lagu
inimengangkat tema makana, sehingga membuat orng yang mendengarny teringat
dengan nasi bekepor.
Objektif: Lagu ini bercerita tentang makanan
khas daerah, yaitu nasi bekepor, nasi bekepor adalah nasi liwet dengan
campuran, minyak sayur, rempah-rempah dan potongan ikan asin. Nasi ini
dapat di makan dengan lauk lain, seperti daging masak bumi hangus, dan sayur
gangan asam Kukar. Daging masak bumi hangus semacam daging bumbu kecap. Gangan
asam Kukar adalah sejenis sayur asem, seperti pindang hanya jauh lebih
berbumbu, dengan memakai kepala ikan dan ubi manis. Lagu ini di suguhkan dengan
irama yang menarik, sehinnng nyaman untuk di nyanyikan lah orang banyak. Lagu
ini di ciptakan untuk mempopulerkan nasi bekepor, agar tidak punah, sehingga
masakan khas Kalimantan Timur ini tidak punah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar