Berdasarkan sumber-sumber sejarah
yang ditemukan, kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan
ini berdiri sekitar abad ke 4 Masehi. Hal itu didasarkan pada penemuan benda-benda
bersejarah berupa 7 yupa (tiang batu) pada tahun 1879 dan 1940 di sekitar desa
yang kini disebut Muara Kaman menunjukkan bahwa di daerah tersebut dahulu
berdiri sebuah kerajaan Hindu yang sudah maju. Prasasti itu digolongkan sebagai
tulisan terkuno di antara tulisan-tulisan lain yang ditemukan di Indonesia.
Selain prasasti juga ditemukan sebuah kalung Cina yang terbuat dari emas,
sebuah arca bulus, sebuah arca Budha dari bahan perunggu, serta sejumlah barang
lainnya yang berasal dari orang Hindu. Sekitar 100 km sebelah utara Muara
Kaman, di sebuah gua Gunung Kombeng, ditemukan 12 arca batu.[1]
Dari Yupa itulah terdapat
tulisan-tulisan dalam bahasa sansekerta dengan menggunakan huruf pallawa yang
menyatakan adanya kerajaan Indonesia tertua yang dipimpin oleh Sang Raja
Mulawarman, seorang putera dari Raja Asmawarman dan merupakan cucu dari
Maharaja Kudungga. Kerajaan tersebut bernama kerajaan Kutai Matadipura
(Mulawarman), yang terletak di sebelah kiri mudik Sungai Mahakam dan yang
sekarang berada seberang kota Muara Kaman. Para ahli sejarah menduga kerajaan
Mulawarman menerima pengaruh Hindu langsung dari India, tanpa melalui Jawa.
Dugaan ini berdasarkan pada teks-teks yang isinya hampir sama dengan yang
terdapat di India. Seni budayanya pun berbeda dengan Jawa, seperti yang
terlihat pada arca-arca di gua Gunung Kombeng.[2]
Hubungan keakraban kerajaan
Mulawarman dengan India sudah terlihat sejak abad ke-4, yaitu ketika para
pedagang dan bangsawan Kutai Martadipura mulai berlayar ke India Selatan hingga
akhirnya mengunjungi Magadha yang menjadi pusat kebudayaan Hindu. Begitupun
sebaliknya, para saudagar, bangsawan, dan pendeta Hindu dari India berdatangan
ke Kutai. Selain India, Kutai juga sudah menjalin hubungan yang sangat lama
dengan Cina. Hal itu dapat terlihat dari
banyaknya barang-barang buatan Cina yang ditemukan di daerah Kutai.
Sedangkan hubungan kerajaan ini dengan kerajaan-kerajaan di Jawa baru
berkembang lama setelah hubungannya dengan India dan Cina yang diperkirakan setelah
kejayaan Kutai Martadipura mulai menurun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar